berbagi dalam kebaikan tidaklah mengurangi apa yang kita miliki, tetapi justru akan menambah apa yang sudah kita miliki :D

Master Degree

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Tampilkan postingan dengan label Bahasa C#. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa C#. Tampilkan semua postingan

Akar sebuah persamaan f(x) =0 adalah nilai-nilai x yang menyebabkan nilai f(x) sama dengan nol. Akar persamaan f(x) adalah titik potong antara kurva f(x) dan sumbu X. Suatu range x=[a,b] mempunyai akar bila f(a) dan f(b) berlawanan tanda atau memenuhi f(a).f(b)<0.

Mencari nilai akar persamaan non linear menggunakan Metode Tabel, Biseksi, false position, Raphson-Newton, dan secant dan mengimplementasikannya pada Visual Studio C#. Flowchart dan Pemprograman selengkapnya di sini .

Metode Least Square : Metode yang digunakan untuk analisis time series adalah Metode Garis Linier Secara Bebas (Free Hand Method), Metode Setengah Rata-Rata (Semi Average Method), Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average Method) dan Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method). Analisis regresi setidak-tidaknya memiliki 3 kegunaan, yaitu untuk tujuan deskripsi dari fenomena data atau kasus yang sedang diteliti, untuk tujuan kontrol, serta untuk tujuan prediksi. Secara umum persamaan garis linier dari analisis time series adalah : Y = a + b X.
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.

Contoh pemprograman dan flowchart metode LSM dan Regresi selengkapnya di sini .

Metode euler, modified euler, maupun midpoint disini digunakan untuk menghitung turunan persamaan dari dua variable. Flowchart dan implementasi pemprograman beserta hasilnya dilakukan di Visual Studio C#.
Contoh pemprograman selengkapnya ada di sini .

Integral merupakan perhitungan kalkulus untuk mengetahui luasan tertentu. Diantara beberapa metode untuk menghitung integral yaitu dengan menggunakan metode trapezoidal, simpson 1/3, dan simpson 3/8. Implementasi perhitungan integral dilakukan di visual studio C#
Flowchart beserta pemprograman dari integral trapezoidal, simpson 1/3, dan simpson 3/8 selengkapnya dapat diunduh di sini .

Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana. Caranya adalah dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang eselon-baris. Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks Eselon-baris, lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.

Sedangkan eliminasi Gauss-Jordan adalah versi dari eliminasi Gauss. Pada metode eliminasi Gauss-Jordan kita membuat nol elemen-elemen di bawah maupun di atas diagonal utama suatu matriks. Hasilnya adalah matriks tereduksi yang berupa matriks diagonal satuan (semua elemen pada diagonal utama bernilai 1, elemen-elemen lainnya nol).

Flowchart dan implementasi eliminasi gauss dan gauss jordan selengkapnya di alamat ini .

Mencari Nilai Maksimum dengan Console C#

Mencari Nilai Maksimum dengan Console C#
oleh : Nurul Hasanah (T. Elektronika PENS)

Untuk mencari nilai maksimum dari tiga data input dengan console secara umum dapat dikoding seperti di bawah ini.

static void Main(string[] args)
        {
            int bil1;
            int bil2;
            int bil3;
            int max;

            Console.WriteLine("Masukkan bilangan pertama = ");
            bil1 = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
            Console.WriteLine("Masukkan bilangan kedua = ");
            bil2 = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
            Console.WriteLine("Masukkan bilangan ketiga = ");
            bil3 = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());

            if (bil1 > bil2)
                max = bil1;
            else max = bil2;

            if (max > bil3)
                max = max;
            else max = bil3;

            Console.WriteLine("Maka nilai maksimumnya =" + max + " ");
            Console.ReadKey();
        }

Langkah awal yaitu menentukan variable-variable yang akan digunakan. Pada koding mencari nilai maksimal ditentukan variable : bil1 (bilangan pertama), bil2(bilangan kedua), bil3 (bilangan ketiga), dan max (nilai maksimum). Lalu dibuat koding untuk memasukkan bilangan pertama, kedua, dan ketiga dengan tipe integer. Jika ingin memasukkan bilangan desimal maka ‘int’ diubah ‘double’.
            Setelah ketiga bilangan sudah diinputkan, maka langkah selanjutnya menggunakan logika ‘if’ yang berarti ‘jika’. Untuk mencari nilai maksimum maka algoritmanya yaitu pertama kita isi nilai variable max=0; ‘jika bil1 lebih dari sama dengan nilai max’, maka nilai variable max yang baru = bil1, jika tidak maka nilai max tetap nilai awal. Begitu seterusnya untuk membandingkan nilai bil2 dan bil3 dengan nilai max yang didapat sebelumnya.
Maka tampilan ketika debugging:


Ketika bilangan yang diinputkan adalah 2,5,dan 3,
Maka nilai maksimumnya = 5

Volume Balok, Tabung, dan Bola dengan Console C#
oleh : Nurul Hasanah (T. Elektronika PENS)

Adapun contoh koding yang dapat dibuat untuk mencari volume balok, tabung, dan bola dengan pilihan A, B, dan C sebagai berikut:

static void Main(string[] args)
{
    char pilihan;
    int panjang, lebar, tinggi;
    int jari2;
    double volume;

    Console.WriteLine("Pilihan bangun ruang yang dicari volumenya = ");
    Console.WriteLine("A. Balok   B. Tabung    C. Bola");
    pilihan = Convert.ToChar(Console.ReadLine());

    if (pilihan == 'A')
    {
        Console.WriteLine("Masukkan nilai panjang balok (m) = ");
        panjang = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        Console.WriteLine("Masukkan nilai lebar balok (m) = ");
        lebar = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        Console.WriteLine("Masukkan nilai tinggi balok (m) = ");
        tinggi = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        volume = panjang * lebar * tinggi;
        Console.WriteLine("Maka volumenya = " + volume + "(m3)");
     }

     else if (pilihan == 'B')
     {
        Console.WriteLine("Masukkan nilai jari2 tabung (m) = ");
        jari2 = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        Console.WriteLine("Masukkan nilai tinggi tabung (m) = ");
        tinggi = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        volume = 3.14 * jari2 * jari2 * tinggi;
        Console.WriteLine("Maka volumenya = " + volume + "(m3)");
      }

      else
      {
        Console.WriteLine("Masukkan nilai jari2 bola (m) = ");
        jari2 = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
        volume = 4 / 3.0 * 3.14 * jari2 * jari2 * jari2;
        Console.WriteLine("Maka volumenya = " + volume + "(m3)");
      }
      Console.ReadKey();
   }

Langkah awal untuk membuatnya yaitu dengan mendeklarasikan variable-variablenya yang akan digunakan. Adapun variable yang akan digunakan pada pengkodingan ini adalah ‘pilihan’, ‘panjang’, ‘lebar’, ‘tinggi’, jari2, dan volume. Variable ‘pilihan’ bertipe char karena variable ini akan bernilai sebuah huruf (A/B/C) untuk menentukan pilihan mana yang akan dipilih, apakah A. Balok, B. Tabung, atau C. Bola. Untuk variable panjang, lebar, tinggi, dan jari2 bertipe integer untuk bilangan bulat dan variable volume bertipe double untuk bilangan desimal.

Langkah selanjutnya menggunakan logika ‘if’ yang berarti ‘jika’. Jika kita menginputkan A, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari volume balok. Begitu pula jika kita menginputkan B, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari volume tabung. Atau jika kita menginputkan C, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari volume bola. Koding ‘else’ berarti bahwa jika yang diinputkan bukan A (volume balok) atau B (volume tabung), maka perintah yang akan dijalankan adalah mencari volume bola.

Jika menginputkan 'A' :


Jika menginputkan 'B' :


Jika menginputkan 'C' :



Luas Persegi Panjang, Segitiga, dan Trapesium dengan Console C#
oleh : Nurul Hasanah (T. Elektronika PENS)

Adapun contoh koding yang dapat dibuat untuk mencari luas persegi panjang, segitiga, dan trapesium dengan pilihan A, B, dan C sebagai berikut:

static void Main(string[] args)
{
    char pilihan;
    int panjang;
    int lebar;
    int alas;
    int tinggi;
    int atas;
    int bawah;
    double luas;

    Console.WriteLine("Pilih luas bangun yang ingin dihitung: ");
    Console.WriteLine("A. Persegi Panjang  B. Segitiga C. Trapesium");
    pilihan = Convert.ToChar(Console.ReadLine());
    if (pilihan == 'A')
       {
         Console.Write("Masukkan nilai panjang (m)= ");
         panjang = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         Console.Write("Masukkan nilai lebar (m)= ");
         lebar = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         luas = panjang * lebar;
         Console.Write("Maka Luas Persegi Panjang = " +luas+ "m");
       }
    if (pilihan == 'B')
       {
         Console.Write("Masukkan nilai alas (m)= ");
         alas = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         Console.Write("Masukkan nilai tinggi (m)= ");
         tinggi = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         luas = 1 / 2.0 * alas * tinggi;
         Console.Write("Maka Luas Segitiga = " + luas + "m");
       }
    if (pilihan == 'C')
       {
         Console.Write("Masukkan nilai sisi sejajar atas (m)= ");
         atas = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         Console.Write("Masukkan nilai sisi sejajar bawah (m)= ");
         bawah = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         Console.Write("Masukkan nilai tinggi (m)= ");
         tinggi = Convert.ToInt32(Console.ReadLine());
         luas = 1 / 2.0 * (atas + bawah) * tinggi;
         Console.Write("Maka Luas Persegi Panjang = " +luas+ "m");
       }
    Console.ReadKey();
}

Langkah awal untuk membuatnya yaitu dengan mendeklarasikan variable-variablenya yang akan digunakan. Adapun variable yang akan digunakan pada pengkodingan ini adalah ‘pilihan’, ‘panjang’, ‘lebar’, ‘alas’, ‘tinggi’, ‘atas’, ‘bawah’ dan ‘luas’. Variable ‘pilihan’ bertipe char karena variable ini akan bernilai sebuah huruf (A/B/C) untuk menentukan pilihan mana yang akan dipilih, apakah A. Persegi panjang, B. Segitiga, atau C. Trapesium. Untuk variable panjang, lebar, alas, tinggi, atas dan bawah bertipe integer untuk bilangan bulat dan variable luas bertipe double untuk bilangan desimal.

Langkah selanjutnya menggunakan logika ‘if’ yang berarti ‘jika’. Jika kita menginputkan A, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas persegi panjang. Begitu pula jika kita menginputkan B, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas segitiga. Atau jika kita menginputkan C, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas trapesium.
Jika menginputkan ‘A’ :



Jika menginputkan ‘B’ :


            Jika menginputkan ‘C’ :


Konversi Suhu C# Visual Studio Form & Coding

Konversi Suhu C#

Untuk mengkonversikan nilai suhu celcius dengan beberapa pilihan satuan reamur, fahrenheit, dan kelvin dengan form C# dapat disusun sebagai berikut :


Pada form kali ini menggunakan toolbox CheckBox. CheckBox ini mempunyai fungsi yang sama dengan RadioButton yaitu ‘jika’ dipilih atau di-checklist ‘maka’ akan mengerjakan fungsi di bawahnya, bedanya dengan RadioButton yaitu dengan menggunakan checkBox bisa memilih beberapa checkBox yang tersedia. Beda halnya dengan radioButton yang hanya bisa memilih satu dari beberapa RadioButton yang tersedia.
            TextBox1 celcius berfungsi untuk menginputkan nilai suhu celcius yang akan dikonversi. Sedangkan textBox2, textBox3, dan textBox4 berfungsi untuk menampilkan hasil konversi suhu dari celcius ke reamur, fahrenheit, atau kelvin.
Algoritmanya yaitu, jika checkBox1 dipilih, maka suhu celcius akan dikonversi ke reamur dan dioutputkan pada textBox2. Terlepas apakah checkBox1 dipilih atau tidak selanjutnya program akan berlanjut ke bawahnya apakah checkBox2 dipilih atau tidak, jika iya maka suhu celcius akan dikonversikan ke satuan fahrenheit dan dioutputkan ke textBox3. Dan terlepas apakah checkBox1 dan checkBox2 dipilih atau tidak, program akan lanjut menanyakan apakah checkBox3 dipilih atau tidak. Begitu seterusnya.

Tampilan ketika mengonversi celcius ke reamur dan kelvin:


Adapun bentuk koding pada Button1 Konversi sebagai berikut:


Nilai Maksimum C# Visual Studio Form & Coding

Nilai Maksimum dari Tiga Input dengan Form C#

oleh : Nurul Hasanah (T. Elektronika PENS)

Untuk mencari volume dengan pilihan balok, tabung, dan bola dengan form c# maka pada tab Form dapat dibuat atau disusun seperti berikut:


TextBox (1, 2, dan 3) berfungsi untuk menginputkan tiga angka yang akan dicari nilai maksimumnya. Sedangkan TextBox4 berguna untuk mengoutputkan angka maksimum yang telas diinputkan sebelumnya pada ketiga TextBox di atasnya. Adapun koding untuk menampilkan hasil output pada Button1 Cek Hasil sebagai berikut:


Algoritmanya yaitu, angka pertama dibandingkan dengan angka kedua, dan yang lebih besar akan menjadi nilai maksimum. Selanjutnya nilai maksimum akan dibandingkan dengan angka ketiga, dan nilai yang lebih besar akan menjadi nilai maksimum yang baru. Nilai maksimum terakhir akan dioutputkan pada TextBox4.

Volume Balok, Tabung, dan Bola dengan Form C#
oleh : Nurul Hasanah (T. Elektronika PENS)

Untuk mencari volume dengan pilihan balok, tabung, dan bola dengan form c# maka pada tab Form dapat dibuat atau disusun seperti berikut :


RadioButton berfungsi sebagai fungsi if, yang artinya jika salah satu dari ketiga RadioButton tersebut dipilih maka proses di bawahnya akan dikerjakan, sedangkan fungsi yang lain diabaikan atau tidak dilaksanakan. Hal itu dikarenakan salah satu karakteristik dari RadioButton ini yaitu hanya bisa memilih salah satu dari beberapa RadioButton, yang artinya tidak bisa memilih dua RadioButton.

Sebagai contoh jika meng-click RadioButton1 balok dan menginputkan nilai panjang, lebar, dan tinggi maka ketika menekan Button1 Cek Hasil maka volume yang akan dioutputkan adalah volume balok, sedangkan nilai volume tabung dan bola tidak akan keluar. Begitu juga ketika awalnya meng-click RadioButton2 tabung maka nilai volume hanya akan mengoutputkan nilai volume tabung. Begitu pula ketika awalnya meng-click RadioButton3 bola.
Adapun tampilan ketika debugging :

Tampilan ketika memilih RadioButton3 bola

Adapun koding untuk mengoutputkan hasil pada button ‘Cek Hasil’ sebagai berikut:


Luas Persegi Panjang, segitiga, dan trapesium
oleh : Nurul Hasanah (T, Elektronika PENS)

Untuk mencari luas dengan pilihan persegi panjang, segitiga, dan trapesium dengan form c# pada tab form bisa disusun sebagai berikut :


RadioButton berfungsi sebagai fungsi if, yang artinya jika salah satu dari ketiga RadioButton tersebut dipilih maka proses di bawahnya akan dikerjakan, sedangkan fungsi yang lain diabaikan atau tidak dilaksanakan. Hal itu dikarenakan salah satu karakteristik dari RadioButton ini yaitu hanya bisa memilih salah satu dari beberapa RadioButton, yang artinya tidak bisa memilih dua RadioButton.
Sebagai contoh jika meng-click RadioButton1 persegi panjang dan menginputkan nilai panjang dan lebar maka ketika menekan Button1 Cek Hasil maka luas yang akan dioutputkan adalah luas persegi panjang, sedangkan nilai luas segitiga dan trapesium tidak akan keluar. Begitu juga ketika awalnya meng-click RadioButton2 segitiga maka nilai luas hanya akan mengoutputkan nilai luas segitiga. Begitu pula ketika awalnya meng-click RadioButton3 trapesium.

Tampilan ketika memilih RadioButton2 segitiga :


Adapun koding untuk meng-outputkan hasil pada button1 ‘Cek Hasil’ sebagai berikut:



            Seperti dijelaskan sebelumnya, penggunaan RadioButton menggunakan fungsi if. Logika ‘if’ yang berarti ‘jika’. Jika RadioButton1 di-click, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas persegi panjang. Begitu pula jika RadioButton2 di-click, maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas segitiga. Atau jika RadioButton3 di-click maka perintah yang akan dikerjakan selanjutnya adalah mencari luas trapesium. Namun sekali lagi penggunaan RadioButton hanya bisa digunakan untuk memilih satu dari beberapa pilihan RadioButton.

Menyimpan Isi dataGridView ke Dalam File Teks
oleh : Nurul Hasanah (T, Elektronika PENS)

            Untuk menampilkan isi data pada tabel sekaligus menyimpannya pada file maka digunakan penggabungan konsep pada dua materi di atas. Untuk tampilannya dapat disusun sebagai berikut:


            Untuk pengaturan nama dan jumlah kolom dapat diatur dengan menekan tanda panah pada dataGridView. Akan tampil kotak dialog untuk menambah atau menghapus kolom. Pengaturan nama kolom ini disesuaikan dengan apa yang diinputkan pada textBox maupun comboBox. Misalnya, kolom kedua menampilkan apa yang diinput pada textBox1, kolom ketiga menampilkan apa yang diinput pada comboBox1, dan seterusnya. Tombol button1 Tambah berfungsi untuk menampilkan sekaligus menyimpan data pada file yang sebelumnya telah dibuat pada koding. Tampilan pengaturan nama dan jumlah kolom sbb:


Tampilan ketika telah mengisi data dan menyimpannya:


            Salah satu perbedaan dengan form yang hanya ‘menampilkan’ data pada dataGridView saja yaitu ketika memulai kembali debugging maka dataGridView ini akan menampilkan data yang sebelumnya pernah disimpan. Lain halnya dengan form yang hanya ‘menampilkan’ data pada dataGridView saja yang ketika mulai debugging akan tampil dalam keadaan kosong. Adapun tampilan file setelah melakukan penyimpanan yaitu :


Penyimpanan dataGridView pada file setiap kolomnya hanya
akan dipisahkan oleh tanda koma.

Adapun koding untuk menampilkan sekaligus menyimpan dataGridView pada file teks sebagai berikut:


public partial class Form1 : Form
    {
        public Form1()
        {
            InitializeComponent();
        }
        private void button1_Click(object sender, EventArgs e)
        {
            int row = 0;
            dataGridView1.Rows.Add();
            row = dataGridView1.Rows.Count - 2;
            dataGridView1["Column1", row].Value = dataGridView1.RowCount - 1;
            dataGridView1["Column2", row].Value = textBox1.Text;
            dataGridView1["Column3", row].Value = comboBox1.Text;
            dataGridView1["Column4", row].Value = textBox2.Text;
            dataGridView1["Column5", row].Value = textBox3.Text;
            dataGridView1.Refresh();

            string file_name = "D:\\test2.txt";
            System.IO.StreamWriter objWriter;
            objWriter = new System.IO.StreamWriter(file_name, true);
            objWriter.Write(dataGridView1.RowCount - 1 + "," + textBox1.Text + "," comboBox1.Text + "," + textBox2.Text + "," + textBox3.Text + "\r\n");
            objWriter.Close();

        }

        private void Form1_Load(object sender, EventArgs e)
        {
            string file_name = "D:\\test2.txt";
            string newline;
            int row = 0;
            System.IO.StreamReader file = new System.IO.StreamReader(file_name);
            while ((newline = file.ReadLine()) != null)
            {
                string[] values = newline.Split(',');
                dataGridView1.Rows.Add();
                row = dataGridView1.Rows.Count - 2;
                dataGridView1["Column1", row].Value = values[0];
                dataGridView1["Column2", row].Value = values[1];
                dataGridView1["Column3", row].Value = values[2];
                dataGridView1["Column4", row].Value = values[3];
                dataGridView1["Column5", row].Value = values[4];
               
                dataGridView1.Refresh();
            }

            file.Close();
        }

        private void label1_Click(object sender, EventArgs e)
        {

        }

        private void dataGridView1_CellContentClick(object sender, DataGridViewCellEventArgs e)
        {

        }       
    }